Menemukan Lahan yang Tepat Bagi Bibit Albasia

bibit albasiaBibit Albasia – Ketika Anda memulai sebuah usaha, salah satu point yang harus Anda pertimbangkan dengan baik adalah lokasi usaha. Kesalahan dalam memilih lokasi usaha bagi bisnis Anda dapat berakibat fatal bagi perkembangan usaha Anda.

Termasuk disini dalam memulai usaha penanaman bibit albasia. Anda tentu tidak mengharapkan pohon albasia Anda akan kerdil dan kurus akibat salah pilih lahan bukan?

Banyak informasi mengatakan bahwa menanam bibit albasia termasuk usaha bisnis kayu paling mudah, tidak rewel, cepat tumbuh dan tidak membutuhkan lahan yang spesifik, alias mudah tumbuh dimana saja. Namun sebaiknya Anda tidak lantas acuh dalam memilih lahan bagi bibit albasia Anda.

Jika Anda berhasil menemukan lahan yang tepat bagi bibit pohon albasia yang akan Anda kembangkan, ini sudah menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha perkebunan albasia milik Anda.

Analisa Lokasi Lahan Penanaman Bibit Albasia

Poin-poin dibawah ini dapat Anda terapkan dalam memilih lahan penanaman bibit albasia. Simak dan cermatilah.

  1. Pahami karakter dan produk Anda.

Dalam hal ini, Anda perlu memahami karakteristik pohon albasia. Bibit albasia membutuhkan ajir untuk menjaganya tetap tegak. Itu artinya bibit albasia bersifat lemah. Albasia membutuhkan air yang cukup.  Akar dari albasia juga sangat kuat dengan struktur dalam, bahkan memiliki kemampuan menambah unsur nitrogen dalam tanah.

Baca Juga : Tertarik Menanam Bibit Sukun? Ini Caranya !

Tanah dengan kesuburan tinggi jelas lebih baik untuk menunjang produktifitas tanaman albasia Anda. Tanah subur jelas mengandung nutrisi dan unsur hara yang tinggi sehingga mampu mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.

  1. Temukan lokasi usaha yang sesuai.

Point selanjutnya adalah mencari tanah yang sesuai dengan habitat pohon pohon albasia, yakni tanah alluvial, regosol dengan tekstur pasir berlempung dan memiliki tingkat ph sekitar 7. Pilihlah kawasan dengan ketinggian sekitar 600m dpl, dengan curah hujan rata rata sekitar 1200ml pertahun.

Ada pendekatan lain yang harus Anda lihat seperti lahan yang tidak terlalu berangin agar tidak merubuhkan bibit albasia. Juga berikan jarak tanam bibit albasia yang agak renggang untuk menyikapi karakter akar albasia yang besar, dalam dan lebar. Karena akarnya yang kuat, Anda dapat menanam bibit albasia pada tanah dengan kemiringan yang tidak terlalu dalam. Namun tetap beresiko untuk bibit albasia kecil akan terbawa air ketika hujan, karenanya sangat penting pemberian ajir yang kuat dan dalam.

  1. Pastikan sistem pendukung pada lokasi.

Yang dimaksud dengan sistem pendukung adalah segala sesuatu yang menyempurnakan lokasi Anda dan akan membantu kelancaran usaha albasia Anda. Dalam poin ini yang perlu Anda tekankan, kondisi dan karakter albasia, bibit pohon albasia, perawatannya dan karakter pohon albasia itu sendiri.

Misalkan albasia membutuhkan asupan air yang lancar, maka upayakan ada sumber air bersih yang dapat Anda akses dengan mudah. Anda bisa mengambil lokasi dekat dengan sungai, irigasi atau atau Anda bisa membuat sendiri jalur sanitasi dan perairan.

Akses penting lain adalah tenaga kerja. Sebaiknya Anda bisa menemukan tenaga kerja terpercaya yang memiliki kemahiran dan ketrampilan dalam usaha penanaman bibit albasia. Jika Anda dapat menemukan tenaga kerja terdekat, maka selain Anda dapat melakukan efisiensi tenaga kerja, Anda dapat memaksimalkan keamanan kebun Anda dengan memfungsikan pula tenaga tadi sebagai penjaga.

Akses berikutnya yang juga penting adalah transportasi. Mendatangkan bibit pohon albasia, mendatangkan peralatan, mendatangkan pupuk, membuang gulma, bahkan hingga pengiriman kayu albasia hasil panen semuanya membutuhkan angkutan kendaraan yang otomatis membutuhkan jalur tansportasi yang memadai.

  1. Harga, kesepakatan kepemilikan dan cara pembayaran.

Poin terakhir tentang kapasitas usaha Anda. Berapa banyak bibit albasia yang akan Anda tanam berdasar rencana awal? Ini menjadi patokan dalam memprediksi keuntungan Anda pada masa panen. Dengan melihat predikisi, Anda dapat mengambil gambaran berapa luas tanah yang Anda butuhkan. Sehingga Anda dapat memutuskan apakah tanah yang dibutuhkan akan Anda beli, sewa dan pembayaran yang Anda lakukan tunai atau kredit. Semua bergantung dengan kesiapan dana yang Anda miliki dan prediksi atas bibit albasia Anda.

Banyak kawasan di daerah pedesaan yang acapkali menyewakan lahan dengan perjanjian tertentu seperti bagi hasil atau hak untuk menjalankan tumpang sari. Ide sewa lahan bisa menjadi pilihan jitu bagi Anda dengan keterbatasan modal, karena masa tanam albasia tergolong cepat, sehingga tidak memakai lahan dalam waktu panjang.

Memilih lokasi lahan yang tepat dan sesuai kebutuhan dalam menanam bibit albasia akan menentukan keberhasilan usaha albasia Anda.